lenterapos.com – Kubu Raya Kalimantan Barat kini dihadapkan pada ancaman serius kebakaran hutan dan lahan karhutla yang tak kunjung padam selama 12 hari berturut-turut. Kobaran api yang mengganas di belakang Komplek Arwana Indah Kecamatan Sungai Raya telah menciptakan ketegangan luar biasa terutama bagi ribuan warga yang permukimannya kini hanya berjarak sehelai rambut dari jilatan api. Situasi darurat ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari seluruh pihak.
Kepala Bidang Pemadaman Penyelamatan dan Sarana BPBD Kubu Raya Sulistiono menegaskan prioritas utama adalah melindungi nyawa dan harta benda penduduk. "Kami punya kewajiban mengamankan rumah penduduk karena api tadi sudah mengancam permukiman dengan jarak sekitar satu setengah meter. Itu yang menjadi prioritas kami" ujarnya di Sungai Raya. Pernyataan ini mencerminkan betapa gentingnya kondisi di lapangan di mana petugas berjibaku melawan amukan si jago merah yang terus mendekati batas-batas hunian warga.

Sulistiono menambahkan bahwa area yang terbakar di Komplek Arwana Indah diperkirakan telah melampaui 10 hektare dan terus meluas. Ironisnya api sempat dinyatakan padam namun kembali berkobar dengan intensitas tinggi memaksa tim pemadam bekerja ekstra keras untuk memadamkan ulang. Keadaan ini menunjukkan kompleksitas penanganan karhutla di lahan gambut yang memang rentan terhadap kemunculan kembali titik api.

Related Post
Ancaman karhutla ini tidak hanya terbatas pada permukiman warga namun juga berpotensi mengganggu sektor vital lainnya. Lokasi kebakaran yang hanya berjarak sekitar 17 kilometer dari Bandara Supadio menimbulkan kekhawatiran serius akan dampak asap terhadap aktivitas penerbangan. Gangguan visibilitas akibat asap tebal bisa berujung pada penundaan atau pembatalan jadwal penerbangan yang tentu merugikan banyak pihak. Selain Arwana Indah titik api lain yang juga menjadi perhatian serius berada di kawasan SMP Negeri 12 dan SD Negeri 5 Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya dengan luasan area terbakar yang signifikan.
Upaya pemadaman menghadapi rintangan berat terutama keterbatasan sumber air. Untuk mengatasi kendala ini BPBD Kubu Raya mengandalkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai elemen. Manggala Agni Kesatuan Pengelolaan Hutan KPH Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP serta relawan pemadam kebakaran bahu membahu di garis depan. "Dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan kami berharap kebakaran ini segera dapat dikendalikan" kata Sulistiono penuh harap.
Namun perjuangan panjang ini mulai memakan korban di kalangan petugas. Setelah hampir sebulan berjibaku menangani karhutla di berbagai lokasi termasuk 12 hari non-stop di Arwana Indah kelelahan fisik mulai melanda. Beberapa personel BPBD dan relawan dilaporkan mengalami penurunan kondisi fisik bahkan ada yang harus menjalani perawatan medis akibat paparan asap dan beban kerja yang berat. Bantuan obat-obatan dan vitamin dari Badan Amil Zakat Nasional Baznas sangat diapresiasi karena membantu menjaga stamina para pejuang api ini.
Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat dukungan. Penyediaan logistik peralatan yang memadai serta layanan kesehatan bagi petugas menjadi krusial agar upaya penanggulangan karhutla dapat berjalan optimal sepanjang musim kemarau ini. Perjuangan melawan api di Kubu Raya masih jauh dari usai namun semangat dan dedikasi para petugas tak pernah padam.










Tinggalkan komentar