lenterapos.com – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru baru ini membuat pernyataan mengejutkan Ia menyerukan agar tarif sekunder yang menargetkan mitra dagang Iran diintegrasikan ke dalam draf undang undang sanksi Rusia yang diprakarsai oleh mendiang Senator AS Lindsey Graham Langkah ini berpotensi mengubah lanskap kebijakan luar negeri AS secara signifikan dan memicu ketegangan baru di panggung global
Trump menegaskan keinginannya agar Iran turut dimasukkan dalam skema tarif bukan sekadar sanksi semata Ia merasa langkah ini sangat krusial Menurutnya inilah visi mendiang Lindsey Graham sebab ia mendengar adanya tarif untuk Rusia namun tidak untuk lima negara yang berhubungan dengan Iran Saya pikir mereka harus menerapkan kebijakan itu untuk Rusia dan juga Iran tegasnya tanpa ragu

Usulan regulasi yang diberi judul Lindsey O Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026 ini sebelumnya telah mengusulkan perubahan substansial pada tarif yang berlaku Terutama penurunan tarif yang sebelumnya direncanakan sebesar 500 persen menjadi 100 persen bagi lima pembeli terbesar minyak dan gas Rusia Namun pada saat yang sama draf beleid ini menetapkan tarif sebesar 500 persen untuk seluruh barang yang diimpor ke Amerika Serikat dari Rusia

Related Post
Tidak hanya itu dokumen tersebut juga mengusulkan sanksi berat terhadap institusi keuangan utama Rusia Termasuk Bank Sentral Rusia serta bank bank besar seperti Sberbank VTB dan Gazprombank Ini menunjukkan upaya Washington untuk memberikan tekanan ekonomi yang maksimal terhadap Moskow melalui berbagai jalur finansial dan perdagangan
Selain fokus pada Rusia RUU tersebut juga mencakup perpanjangan masa berlaku Iran Sanctions Act of 1996 sebuah undang undang yang telah lama menjadi pilar dalam upaya AS untuk menekan program nuklir dan aktivitas regional Iran Dengan tambahan tarif sekunder yang diminta Trump tekanan terhadap Teheran akan semakin meningkat menciptakan situasi geopolitik yang lebih kompleks
Di sisi lain Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat pada Rabu menyatakan penolakan keras terhadap RUU sanksi baru ini Mereka berpendapat bahwa beleid tersebut justru akan merugikan pemerintahan Trump sendiri dan pada akhirnya akan lebih banyak menimbulkan kerugian bagi Amerika Serikat Ini mencerminkan pandangan Moskow bahwa kebijakan sanksi semacam itu kontraproduktif dan tidak efektif dalam jangka panjang Ketegangan diplomatik antara kedua negara diperkirakan akan semakin memanas seiring berjalannya waktu dan pembahasan RUU ini.








Tinggalkan komentar