lenterapos.com – Sebuah terobosan menarik muncul dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin Kalimantan Selatan yang kini tengah gencar mengembangkan budidaya ikan lele. Sebanyak 6.000 bibit lele segar telah ditebar di kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi SAE 1 bukan sekadar untuk mengisi waktu luang namun sebagai pilar utama program pembinaan kemandirian narapidana sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal. Inisiatif ini menandai langkah progresif dalam menciptakan peluang produktif bagi para penghuni lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah menjelaskan bahwa pengembangan sektor perikanan ini menjadi prioritas utama. Tujuannya jelas membekali warga binaan dengan kompetensi yang relevan dan bernilai ekonomi. Harapannya ketika mereka kembali ke tengah masyarakat bekal keterampilan ini dapat menjadi modal usaha yang menjanjikan. Program ini bukan hanya tentang menghasilkan komoditas perikanan tetapi juga membentuk karakter. Disiplin tanggung jawab kemampuan bekerja sama dan etos kerja yang kuat adalah fondasi penting yang ditanamkan agar mereka mampu membangun kehidupan mandiri pasca-pembebasan.

Proses penebaran ribuan benih lele ini tidak dilakukan sembarangan. Bagus Paras Etika Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin menegaskan bahwa setiap tahapan sangat krusial. Kolam budidaya dipastikan memenuhi standar teknis ketat mulai dari kualitas air kebersihan hingga kesiapan bibit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Langkah-langkah presisi ini diambil guna menjamin tingkat kelangsungan hidup ikan yang tinggi serta mendukung pertumbuhan optimal hingga masa panen tiba. Pemeliharaan rutin seperti pengaturan pakan pemantauan kualitas air dan pengawasan kesehatan ikan menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan program ini.

Related Post
Yang lebih penting lagi para narapidana dilibatkan secara langsung dalam setiap fase kegiatan. Dari penebaran bibit pemeliharaan harian hingga proses panen mereka mendapatkan pengalaman praktis yang tak ternilai. Salah seorang warga binaan berinisial A mengungkapkan antusiasmenya. Ia mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai teknik budidaya lele yang lengkap dari hulu ke hilir. Pengetahuan ini diyakini A akan menjadi bekal berharga untuk membuka peluang usaha dan sumber penghasilan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Melalui pengembangan budidaya lele ini Lapas Banjarmasin berupaya keras meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas dan pemberdayaan sumber daya manusia. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga binaan tetapi juga memiliki nilai ekonomi berkelanjutan serta berkontribusi nyata pada penguatan ketahanan pangan di wilayah tersebut. Sebuah model pembinaan yang patut dicontoh.








Tinggalkan komentar