Riau Darurat Karhutla Belasan Ribu Hektare Ludes

Riau Darurat Karhutla Belasan Ribu Hektare Ludes

lenterapos.com – Kabar mengejutkan datang dari Provinsi Riau. Data terbaru mengungkap bencana kebakaran hutan dan lahan karhutla yang melanda wilayah ini sepanjang paruh pertama tahun 2026 telah menghanguskan area seluas lebih dari 15 ribu hektare. Angka fantastis ini sontak memicu kekhawatiran serius akan dampak lingkungan dan ekonomi yang tak terhindarkan di Bumi Lancang Kuning.

Informasi krusial ini dirilis oleh Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera di bawah naungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Mereka bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN serta Kementerian Lingkungan Hidup KemenLH dalam menganalisis citra satelit untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026. Hasilnya sangat mencengangkan mayoritas kebakaran terjadi di lahan gambut yang sangat rentan mencapai 14.2273 hektare sementara sisanya 1.2507 hektare melanda tanah mineral.

Riau Darurat Karhutla Belasan Ribu Hektare Ludes
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Kabupaten Bengkalis menjadi sorotan utama sebagai wilayah yang paling menderita akibat amukan si jago merah. Lebih dari 8.2395 hektare lahan di Bengkalis ludes dilalap api. Posisi kedua ditempati Kabupaten Pelalawan dengan total area terbakar mencapai 4.5820 hektare. Dua wilayah ini menyumbang porsi terbesar dari total kerusakan yang terjadi di Riau menunjukkan betapa parahnya situasi di sana.

COLLABMEDIANET

Dampak karhutla juga meluas ke sejumlah daerah lain dengan skala yang tidak kalah mengkhawatirkan. Kabupaten Indragiri Hilir mencatatkan 9566 hektare lahan terbakar disusul Kota Dumai dengan 6071 hektare. Sementara itu Kabupaten Rokan Hilir kehilangan 2896 hektare dan Kabupaten Siak menghadapi kerusakan seluas 2811 hektare. Angka-angka ini menunjukkan betapa masifnya penyebaran titik api di berbagai penjuru Riau.

Beberapa kabupaten lain juga tak luput dari ancaman karhutla meskipun dengan luasan yang lebih kecil namun tetap signifikan. Kabupaten Kepulauan Meranti melaporkan 1993 hektare lahan terbakar disusul Kuantan Singingi dengan 1031 hektare. Kabupaten Kampar mencatat 901 hektare dan Indragiri Hulu dengan 807 hektare. Bahkan wilayah dengan luasan terkecil seperti Rokan Hulu 405 hektare dan Kota Pekanbaru 84 hektare turut merasakan dampak bencana ini menambah daftar panjang wilayah terdampak.

Ferdian Krisnanto Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera menegaskan bahwa data ini bukan sekadar deretan angka. Ini adalah peringatan keras bagi semua pihak. Ia menyerukan agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersinergi untuk terus memperkuat upaya pencegahan karhutla serta sigap merespons setiap kejadian sedini mungkin. Tanpa komitmen bersama ancaman karhutla akan terus menghantui Riau dan merusak masa depan lingkungan serta kehidupan warganya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar