Lentera Pos- Ribuan umat Islam memadati Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu pagi, 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, untuk menunaikan Salat Idul Adha. Kehadiran dua tokoh bangsa yang memiliki rekam jejak panjang, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, menambah khidmat suasana, sekaligus menyoroti pesan-pesan penting yang disampaikan oleh khatib, Din Syamsuddin, yang seolah menjadi sorotan utama di tengah lautan jamaah.
Jusuf Kalla, yang akrab disapa JK, tiba sekitar pukul 06.30 WIB, menunjukkan kedisiplinan waktu yang khas. Dengan busana khasnya yang sederhana namun berwibawa—kemeja putih dipadu jas abu-abu, sarung kotak-kotak hijau, dan peci hitam—ia langsung menempati shaf terdepan di area lapangan masjid. Di sampingnya, terlihat pula Din Syamsuddin, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang bertindak sebagai khatib. Kehadiran para negarawan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan juga simbolisasi komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang selalu relevan di tengah masyarakat.

Khotbah Idul Adha yang disampaikan oleh Din Syamsuddin begitu menggema dan sarat makna, seakan menjadi panggilan moral bagi seluruh umat. Ia menyerukan agar umat Islam bangkit dan tampil sebagai garda terdepan dalam "menyelamatkan Indonesia, membebaskan Indonesia dari kemungkaran." Pesan ini menekankan pentingnya peran aktif umat dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan, kedaulatan, dan keadilan yang menjadi fondasi bangsa. Sebuah seruan yang relevan di tengah berbagai tantangan moral dan sosial yang dihadapi negara, menggarisbawahi bahwa ibadah tak hanya soal ritual, tapi juga tanggung jawab sosial.

Related Post
Suasana salat berlangsung sangat khusyuk, mencerminkan kekhidmatan perayaan hari raya kurban. Jamaah yang membeludak memenuhi setiap sudut, mulai dari lapangan hijau utama, area dalam masjid, hingga ke tempat parkir. Fenomena menarik lainnya adalah kehadiran beberapa pedagang alas tikar dadakan yang terlihat menawarkan dagangannya seharga Rp15 ribu bagi jamaah yang lupa membawa perlengkapan salat, menunjukkan dinamika khas perayaan hari besar keagamaan di ibu kota yang selalu diwarnai interaksi sosial.
Din Syamsuddin, sosok yang dikenal dengan pemikiran moderatnya, memimpin khotbah dengan penuh semangat dan retorika yang kuat, sementara salat diimami oleh Dr. Agus Nur Qowim. Perpaduan antara kehadiran tokoh-tokoh berpengaruh dan pesan khotbah yang kuat ini menjadi penanda penting perayaan Idul Adha tahun ini di Al-Azhar, tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai refleksi kebangsaan dan ajakan untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.





Tinggalkan komentar