Misteri Terkuak! Pemicu Mediterania, Ada yang Nekat Bertahan

Lentera Pos- Sebuah insiden kebakaran yang mengguncang Apartemen Mediterania Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, pada Kamis pagi, kini mulai menemukan titik terang. Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, secara resmi mengonfirmasi bahwa sumber api awal diduga kuat berasal dari panel listrik yang berlokasi di area basement gedung. Informasi krusial ini, menurut Twedi, pertama kali dihimpun dari kesaksian petugas keamanan setempat yang berada di garis depan saat kejadian.

Meskipun demikian, Twedi menegaskan bahwa pihak kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti mengapa panel listrik tersebut bisa memicu kobaran api. "Fokus utama kami saat ini adalah proses evakuasi dan memastikan keselamatan seluruh penghuni, sementara investigasi mendalam akan menyusul," jelasnya, menyoroti prioritas penanganan darurat.

Misteri Terkuak! Pemicu Mediterania, Ada yang Nekat Bertahan
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Kendati api berhasil dipadamkan dengan cepat berkat respons sigap petugas pemadam kebakaran, dampak asap sisa pembakaran ternyata jauh lebih meluas. Kepulan asap tebal dilaporkan membumbung tinggi, bahkan mencapai lantai 33 dan area atas apartemen, menciptakan pemandangan yang mencekam dan mengkhawatirkan bagi para penghuni.

COLLABMEDIANET

Situasi darurat ini memaksa sebagian besar penghuni untuk segera melakukan evakuasi mandiri atau dibantu petugas. Namun, tidak sedikit pula yang sempat terjebak di unit masing-masing, terpapar pekatnya asap yang menyesakkan. Data sementara menunjukkan, sekitar 20 penghuni mengalami gangguan pernapasan, seperti sesak napas, dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh tim Palang Merah Indonesia (PMI) serta petugas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga laporan ini disusun, sebanyak 89 penghuni berhasil dievakuasi keluar gedung dengan selamat. Namun, ada fakta menarik yang terungkap: sekitar 20 penghuni justru memilih untuk tetap bertahan di dalam apartemen. Mereka beralasan, kondisi di unit masing-masing dinilai sudah aman dan udara cukup bersih, ditambah lagi dengan tidak berfungsinya lift yang membuat akses evakuasi melalui tangga darurat menjadi tantangan tersendiri. Kapolres Twedi juga menambahkan, pihaknya masih membutuhkan data tambahan dari paguyuban penghuni untuk memastikan jumlah pasti warga yang telah meninggalkan gedung, terutama mereka yang mungkin sudah keluar sejak pagi hari sebelum insiden ini memuncak.

Sebelumnya, pemandangan dramatis sempat terekam saat petugas pemadam kebakaran berjibaku mengevakuasi penghuni yang terjebak. Dengan asap yang mengepul tebal di bagian dalam, evakuasi terpaksa dilakukan melalui sisi luar gedung. Tangga darurat dipasang berjenjang, dari lantai dasar hingga lantai enam, dan satu per satu penghuni diturunkan dengan hati-hati, bahkan diikatkan tali pengaman untuk mengantisipasi risiko terjatuh. Sebuah posko informasi juga didirikan untuk mendata setiap penghuni yang berhasil diselamatkan dan mereka yang masih dalam pencarian. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan standar keselamatan gedung bertingkat dan kesiapan respons darurat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar