Pilu Sumatra: Angka Kematian Melonjak, Ribuan Jiwa Melayang!

Pilu Sumatra: Angka Kematian Melonjak, Ribuan Jiwa Melayang!

Lentera Pos- Tragedi kemanusiaan di Sumatra terus memilukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (1/1) mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut kini telah menembus angka 1.157 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dari data sebelumnya, menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana yang terjadi.

Peningkatan signifikan ini, menurut keterangan resmi dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, dipicu oleh penemuan tiga jasad tambahan di Aceh Utara. "Pada hari ini ada tiga jasad yang ditemukan di Aceh Utara sehingga ini menambah jumlah total rekapitulasi korban jiwa meninggal dunia dari 1.154 jiwa per kemarin menjadi 1.157 jiwa," jelas Muhari, menggarisbawahi betapa dinamisnya situasi di lapangan dan upaya pencarian yang tak kenal lelah.

Pilu Sumatra: Angka Kematian Melonjak, Ribuan Jiwa Melayang!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Rincian data yang dipaparkan Muhari mengungkap skala kehancuran di tiap provinsi. Di Aceh, 530 jiwa dipastikan meninggal dunia, sementara 30 warga lainnya masih dalam pencarian. Sumatra Utara mencatat 365 korban jiwa dan 60 orang belum kembali ke keluarga mereka. Situasi serupa terjadi di Sumatra Barat, dengan 262 jiwa meninggal dunia dan 74 orang masih berstatus hilang. Secara keseluruhan, daftar orang hilang kini mencapai 165 jiwa, sebuah angka yang menyisakan kepedihan mendalam bagi banyak keluarga yang menanti kabar orang-orang terkasih.

COLLABMEDIANET

Meskipun demikian, BNPB menegaskan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan tidak akan berhenti. "Operasi pencarian masih terus dilakukan sampai kita mengupayakan jumlah korban atau daftar nama yang masuk dalam daftar pencarian berkurang seminimal mungkin," tegas Muhari, menunjukkan komitmen tak tergoyahkan tim SAR di lapangan. Di sisi lain, krisis kemanusiaan juga terlihat dari lonjakan jumlah pengungsi. Sebanyak 2.196 jiwa baru tercatat mengungsi, menambah total menjadi 380.360 warga yang kini terpaksa meninggalkan rumah mereka di ketiga provinsi terdampak. Angka ini menggambarkan tantangan besar dalam penanganan pascabencana, mulai dari penyediaan logistik, sanitasi, hingga pemulihan psikososial bagi para penyintas yang kehilangan segalanya. (Sumber: lenterapos.com)

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar